Pembatasan bbm

Penjagaan SPBU Tak Efektif

Kompas.com - 23/06/2012, 21:04 WIB

GORONTALO, KOMPAS.com- Sejumlah warga Gorontalo menyoroti penjagaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), yang dinilai pilih kasih kepada para pembeli terkait BBM subsidi. "Polisi dan TNI yang berjaga-jaga di SPBU tidak menjalankan tugas dengan baik. Mereka tidak menindak pengisian BBM bersubsidi dalam jumlah banyak," kata salah seorang warga, Farid Dihuma, seperti dikutip kantor berita ANTARA, Sabtu (23/6/2012).

Warga bahkan menduga sudah ada koordinasi yang baik antara petugas SPBU, aparat keamanan, dan oknum pembeli. "Buktinya ada kendaraan yang mengisi berulangkali hanya dibiarkan saja. Jadi menurut saya penjagaan di SPBU tidak efektif," katanya.

Warga lain, Nuryana (25), meminta oknum yang terlibat dalam penimbunan BBM ditindak tegas. Menurut dia, petugas SPBU juga harus diberi sanksi bila terbukti melanggar aturan yang telah ditetapkan terkait jumlah pengisian BBM.

Sebelumnya, pemerintah Provinsi Gorontalo melakukan inspeksi mendadak ke seluruh SPBU di Kota dan Kabupaten Gorontalo, serta menempatkan sejumlah aparat keamanan.

Sidak dilakukan menyusul antrian panjang yang kembali terjadi di SPBU dalam beberapa hari terakhir. Pemprov mengambil sejumlah kebijakan, di antaranya membatasi pembelian BBM bersubsidi hanya Rp100.000, serta mewajibkan seluruh pejabat pemprov menggunakan BBM nonsubsidi jenis pertamax.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau